6 Penemu Indonesia yang Diakui Dunia

Mulai dari bangun tidur hingga tidur lagi, tak jarang produk yang kita konsumsi adalah produk-produk buatan luar negeri—atau produk lokal yang sebagian besar sahamnya dimiliki oleh perusahaan asing. Akan tetapi, ini tidak lantas membuat negeri kita kering dari inovasi.

 
Mari kita simak daftar berikut untuk lebih akrab dengan mereka. Merasa ada sosok inovator yang kami lewatkan dari daftar ini? Jangan ragu untuk berkontribusi dengan menuliskannya pada kolom komentar.

1. Josaphat Tetuko Sri Sumantyo

Josaphat Tetuko Sri SumantyoJosaphat Tetuko Sri Sumantyo adalah seorang Ilmuan asal Indonesia berhasil menerbangkan pesawat tanpa awak atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle) terbesar di Asia Tenggara. Pesawat dengan nama Josaphat Laboratory Large Scale Experimental Unmanned Aerial Vehicle (JX-1) dikembangkan di Josaphat Microwave Remote Sensing Laboratory (JMRSL), Chiba University, Jepang.


JX-1 memulai penerbangan perdananya pada tanggal 7 Juni 2012 di Fujikawa Airfield. UAV ini nantinya akan menjadi tulang punggung riset penginderaan jauh. Percaya atau tidak, pesawat ini sudah diminati oleh Jepang dan Malaysia. Josh, sapaan akrabnya, memulai pendidikannya di Solo dengan mengambil jurusan fisika, kemudian ia memperoleh beasiswa Science and Technology Manpower Development Program (STMDP) II untuk S1 dan Rotary International Scholarship Foundation untuk S-2 dengan menerima gelar B.Eng dan M.Eng dalam bidang rekayasa komputer dan kelistrikan di Universitas Kanazawa di Jepang.
Sumber: Wikipedia


2. Khoirul Anwar

Khoirul AnwarIndonesia memang masih menggunakan jaringan 3G, tetapi tahukah kamu kalau ternyata orang Indonesia lah penemu teknologi yang menjadi cikal bakal 4G, yakni 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing). Namanya adalah Khoirul Anwar. Teknik yang sudah dipatenkan olehnya ini telah dipakai oleh perusahaan satelit Jepang. Menurut Khoirul, hal yang membuatnya membuatnya kaget, sistem 4G ternyata sangat mirip dengan temuan yang sudah ia patenkan tersebut. 


Khoirul Anwar lulus dari ITB dengan jurusan Teknik Elektro dengan memperoleh hasil cumlaude pada tahun 2000. Ia melanjutkan pendidikannya di Nara Institute of Science and Technology (NAIST) Jepang. Khoirul memperoleh gelar master ditahun 2005 serta doktor di 2008.
Sumber: MajalahInovasi

3. Warsito P. Taruno

Warsito P TarunoTeknologi pemindaian aktivitas otak merupakan temuan pertama di dunia. Berita yang membuat kita patut bangga adalah teknologi ini ditemukan oleh orang yang berasal dari Indonesia, bernama Warsito P. Taruno. Temuannya ini diberi nama 4D brain activity scanner dengan basis Electrical capacitance volume tomography (ECVT). Warsito memamerkannya pada acara International Symposium on Biomedical Imaging yang diselenggarakan oleh IEEE di San Francisco pada 7 – 13 April 2013.
 

ECVT digunakan untuk mengukur sinyal-sinyal listrik yang dihasilkan dari aktivitas otak manusia dan merekonstruksi citra volumetrik dan aktivitas otak. Pria kelahiran Solo, 16 Mei 1967 ini bukanlah hidup dengan mimpi besar, melainkan hidup sederhana dan ala kadarnya. Namun semua itu berubah ketika hobi membacanya membuahkan hasil. Sempat berhenti ditengah jalan ketika sedang menimba ilmu di Teknik Kimia UGM dengan terbentur masalah ekonomi, ia kemudian mencoba peruntungan dengan pindah ke Jakarta. Di Ibu Kota, ia mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di Universitas Shizouka, Jepang pada tahun 1987. Dengan beasiswa ini, Warsito berhasil meraih gelar S3 pada tahun 1997.
Sumber: BengkuluEkspress


4. Singgih Susilo Kartono

Singgih-Susilo-KartonoPernah mendengar radio bermerek Magno? Sebagai merek radio, Magno sudah cukup dikenal di Jepang, Jerman, dan AS. Padahal, Magno merupakan produk buatan dalam negeri. Singgih Susilo Kartono adalah seorang pembuat radio kayu dan kerajinan tangan di Kandangan, Temanggung, Jawa Tengah. Singgih mulai mendesain radio kayu sejak membuat karya akhir saat ia kuliah di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB. Awalnya, Singgih hanya membuat rangka atau kemasan, peralatan elektronik di dalamnya mencomot dari komponen Panasonic yang ia beli di toko, dengan alasan memenuhi syarat ketat ramah lingkungan untuk pasar ekspor.


Suatu ketika Singgih bertemu dengan Rachmat Gobel, Preskom Panasonic Gobel Group, pada pameran produksi ekspor. Sejak saat itulah ia tidak lagi membeli radio di toko untuk kemudian dipreteli. Singgih kini membeli langsung peralatan elektronik dari Panasonic serta mulai serius merancang dan memasarkan Magno.

Radio Magno pernah memenangkan sejumlah penghargaan, seperti lomba desain di Seattle, AS, tahun 1997, yang membuat seorang desainer Jepang tertarik dan mempopulerkan produk ini sejak 2004. Magno juga menjadi pemenang Good Design Award 2008 di Jepang untuk kategori Innovation/Pioneering & Experimental Design, dan memenangkan Brit Insurance Design Award 2009 untuk kategori produk.
Spoiler for Karya Singgih:
Sumber: Kompas


5. Mulyoto Pangestu

Saat mengembangkan penelitian Wakayama & Yanagimachi dari Universitas Hawai tentang pembuahan buatan dari sperma kering dan beku, Mulyoto Pangestu mengalami keterbatasan dana untuk mesin pembekuan. Kondisi tersebut membuat alumni Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman ini tertantang untuk mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan model pengeringan dan penyimpanan sperma. Alih-alih terhambat, keterbatasan itu membuatnya berinovasi hingga menciptakan model penyimpanan sperma kering dan beku yang murah dan sederhana.


Metodenya, yang dapat dilakukan dengan biaya sangat murah, membuat penanganan sperma yang khusus dan berbiaya tinggi menjadi terasa ketinggalan zaman. Karena, dalam penemuannya, sperma hasil pengeringan disimpan dalam temperatur ruang. Meski begitu, sperma tetap berkualitas prima untuk digunakan pada pembuahan buatan. Penemuannya ini dipatenkan di Australia dan menjadi milik Monash University. Akan tetapi, Mulyoto tetap tercatat sebagai penemunya.
Sumber: Universitas Jenderal Soedirman

6. Randall Hartolaksono

Randall HartolaksonoDi tangan Randall Hartolaksono, kulit singkong bisa diubah menjadi bahan anti api kelas dunia. Temuan revolusioner laki-laki asal Surabaya kelahiran tahun 1956 ini terjadi secara tak sengaja. Saat kuliah di jurusan Teknik Mesin Universitas London, ia meneliti saripati kulit singkong untuk bahan pelumas engsel robot. Ia menumpahkan bahan tersebut tanpa sengaja di atas nyala api. Ternyata, api padam. Ia kemudian meneliti lebih jauh lagi keampuhan kulit singkong.


Saripati kulit singkong, menurutnya, terbukti memutus reaksi kimia berantai dalam proses kebakaran. Dalam penelitian lanjutan, zat aktif dari kulit singkong, seperti tripotasium sitrat, bisa dikembangkannya menjadi aneka produk anti api. Misalnya, ada produk seperti cat yang ketika dioleskan pada kayu membuatnya tahan api selama 200 tahun. Ada juga yang dimasukkan pada tabung semprot untuk memadamkan nyala api. Kini tiga produk temuan Randall telah mendapat sertifikat uji standar dari beberapa negara, seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Australia.(FY/LH)
Sumber: Indonesia Proud

Disqus Comments